header-int

Keberadaan Fakultas Kedokteran di Indonesia

Selasa, 06 Apr 2021, 11:46:46 WIB - 10 View
Share

Fakultas kedokteran adalah salah satu institusi pendidikan yang disediakan oleh universitas demi mendukung pembelajaran mengenai seluk beluk kedokteran. Pembelajaran ini meliputi segala pengetahuan, tindakan, dan juga perilaku yang harus dimiliki oleh para calon tenaga medis, maupun ilmuwan medis itu sendiri.

Di Indonesia, perkembangan keberadaan fakultas kedokteran ini telah melalui jalan panjang yang dipenuhi berbagai rintangan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Kehadiran Fakultas Kedokteran di Indonesia

Munculnya fakultas kedokteran di Indonesia dilatarbelakangi oleh kejadian pada 1811. Pada tahun tersebut Pulau Jawa dilanda wabah penyakit cacar, kolera dan tifus yang terus menyebar. Banyak korban yang tidak tertolong. Hal ini disebabkan oleh minimnya tenaga medis yang ada di Indonesia pada saat itu.

Demi menghindari hal yang sama terulang kembali, pada 1851, pemerintah Hindia-Belanda mengusulkan pembentukan sebuah institusi pendidikan, yang bertujuan menciptakan lebih banyak tenaga kesehatan. Institusi pendidikan yang tersebut diberinama Dokter Djawa School.

Umumnya pendidikan pada sekolah ini akan berlangsung selama 2 tahun, dan melingkupi 14 mata pengajaran. Adapun pengajaran yang diberikan adalah tentang vaksinasi dan pengetahuan tentang pertolongan pertama berbagai penyakit yang sering terjadi seperti, demam.

Awalnya pendidikan kedokteran ini hanya diikuti oleh 12 orang saja. Mereka terdiri dari pemuda-pemudi dari Pulau Jawa. Pada 1852, jumlah siswa bertambah menjadi 20 orang. Sejak itu, mulai berdatangan pemuda-pemudi dari luar Pulau Jawa mendaftar ke sekolah ini,

Empat belas tahun setelahnya, yakni pada 1869, terjadi perubahan dalam aturan pendidikan kedokteran tersebut. Lama pengajaran yang awalnya hanya berlangsung selama 2 tahun, kemudian diubah menjadi 3 tahun. Selain itu, terjadi penambahan jumlah mata pengajaran yang diberikan, dari yang semula hanya berjumlah 14 mata pengajaran menjadi 27 mata pengajaran.

Pada Tahun 1902, Dokter Djawa School kemudian berganti nama menjadi School tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter untuk Pribumi. Pergantian nama ini diiringi perubahan peraturan jangka waktu persiapan menjadi 3 tahun, dan jangka waktu pendidikan kedokteran menjadi 6 tahun.

Kemudian pada 1913 pemerintah Hindia-Belanda kemudian membuka Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya, yang merupakan bagian dari Sekolah Pendidikan Dokter untuk Pribumi. Selain itu, diresmikan pula Geneeskundige Hoogeschool atau Perguruan Tinggi Kedokteran pada 1920.

Pada 1942, saat Jepang menduduki Indonesia, ada beberapa institusi pendidikan yang ditutup.  Namun karena kebutuhan akan tenaga dokter yang mendesak, Jepang kemudian mengganti Geneeskundige Hoogeschool menjadi Djakarta Ika Daigaku atau Perguruan tinggi Kedokteran Djakarta. Sama seperti sebelumnya, sekolah kedokteran bentukan Jepang ini juga merupakan Sekolah Pendidikan Dokter untuk Pribumi.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Djakarta Ika Daigaku kemudian berganti nama menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran. Akhirnya pada 1950, beberapa perguruan tinggi kedokteran digabungkan dengan Universiteit van Indonesia yang saat ini bernama Universitas Indonesia. Hal inilah yang menjadi cikal bakal munculnya Fakultas kedokteran di Indonesia.

Setelah itu, sampai dengan saat ini, berbagai fakultas kedokteran di Indonesia mulai berkembang. Bahkan, banyak bermunculan fakultas-fakultas kedokteran di Indonesia, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada hingga Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Itulah awal mula fakultas kedokteran di Indonesia hingga saat ini. Harapannya, perguruan tinggi kedokteran maupun fakultas-fakultas kedokteran di Indonesia dapat terus berkembang dan maju, agar dapat menghasilkan lulusan-lulusan terbaik bangsa di bidang Kedokteran.

Unidha Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta beralamat di Jl. Kh. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, dan di Jl. Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat.
© 2021 FKK UMJ Follow FKK UMJ : Facebook Linked Youtube